Jumat, 07 September 2012
hari konyol
Hari ini, ya hari jumat 7 september 2012 adalah hari kekonyolanku. Berawal dari sebuah iseng-iseng berhadiah dan berbuah kekecewaan. Awal mula, waktu itu puasa ibuku bilang kepadaku jika kakak saya mau lamar di lowongan cpnskemenkumham 2012 dan sekaligus menawari aku untuk sekedar menemani ubet atau kesana-kesini untuk mencari persyaratan yang diminta dan kalau bisa aku disuruh ikut juga, karena ini ada minim SMA. Aku ikut saja dan dalam hatiku coba saja deh iseng-iseng berhadiah siapa tau. Keesokan harinya aku mulai menemani kakak kesana-kesini mencari persyaratan sekaligus aku, cari pengantar kelurahan, kecamatan, skck, kartu kuning, dll. Uang juga keluar untuk memberi imbalan kepada pihak terkait, walaupun tidak terlalu banyak. Beberapa hari akhirnya persyaratan terkumpul semua, tinggal mengirim ke kantor pos untuk disetor ke pusat. Aku yang bertugas sendirian sekarang karena kakakku sedang bekerja di kantor Sritex. Dalam hati dan lisan terucap kata 'Bismillah' semoga menjadi awal yang bagus. Beberapa hari selanjutnya pengumuman seleksi administrasi dan aku juga kakakku lolos, dan tertulis hari kamis aku ambil kartu untuk tes dan kakakku hari jumat. Terpaksa kamis pagi setelah subuh aku berangkat ke semarang sendirian, untung di semarang ada banyak tempat persinggaha. Aku mampir ke kost teman saya 'Ghozali' untuk jadi penunjuk jalan ke tempat pengambilan kartu tes yaitu di jalan Dr. Cipto semarang. Di sana sudah terlihat antre, lalu saya ambil kartu antre dan akhirnya dipanggil juga. Setelah mengurusi aku akhirnya keluar lagi dan ngobrol di luar beserta mendengarkan petugas memanggil para pelamar. Yang aku dengar cuma memanggil nomor pelamar saja tidak ada pengumuman lain, seperti tes kesehatan apa yang lainnya. Akhirnya sore aku pulang dan ps buka di rumah. Dan keesokan harinya jumat, aku berangkat ke semarang lagi, kali ini dengan kakakku. Langsung ke tempat pengambilan kartu di Dr. Cipto, kali ini tidak lama seperti sebelumya aku ke sana. Saat kakakku masuk aku menunggu di luar dan lagi, mendengarkan petugas memanggil. Kali ini petugas sama dengan saat aku ke sana, tidak memberitahukan adanya pengumuman yang lebih lanjut. Aku pun tenang-tenang saja. Beberapa kemudian aku di sms temanku 'Dentik', dia memberitahukan kalau ada tes kesehatan, aku pun membantah karena memang di kartuku tidak ada sama sekali keterangan mengikuti tes kesehatan. Padahal jujur saja, ini kesukaanku. Aku tanya sama kakakku dan jawabannya juga sama dengan aku. Sempat curiga juga, tapi siapa tau tes kali ini memang beda dari sebelum-sebelumnya, tidak perlu adanya tes kesehatan. Dan sampai akhirnya ramadhan berganti syawal, dan tepat tanggal 7 september 2012, sore hari menjelang maghrib aku siap-siap untuk ke semarang dan menunggu kakakku pulang dari kerja. Sesudah magrib kakakku pulang lalu bilang kepadaku bahwa tidak jadi berangkat karena kita tidak mengikuti tes kesehatan. Dan seketika aku kaget dan benar-benar kecewa, kenapa dulu tidak ada keterangan sama sekali dari petugas, kenapa dulu tidak mengindahkan perkataan dari Dentik. Dan akhirnya penyesalanlah yang aku rasakan kali ini. Benar-benar merasakan sedih, mending gugur di awal daripada lolos tapi tidak dilanjutkan karena hal sepele. Semoga ada hikmah yang lebih di balik ini. Amin
Selasa, 24 Januari 2012
boysband dan girlsband yang semakin gila
Inilah yang selama tahun kemarin sampai sekarang membuat saya heran. Banyak yang suka banyak juga yang tidak suka. Kalau menurut aku sih banyak yang tidak suka karena kealay'an masing-masing band. Mulai pertama muncul yaitu SM*SH boysband, lalu kedua seven icon, girlsband. Saya tidak habis pikir, kok bisa ya mereka percaya diri sampai segitunya. Ya kalau dari model-model sampai ke penampilan sih memang oke, aku memang kalah (ya jelaslah :D). Setiap tampil di panggung langsung saja sorak-sorak dari penonton, yang kebanyakan cewek pada histeris. Sebenarnya apa sih yang diteriakan dari mereka sampai segitunya? Baru sebentar 2 band itu muncul, eeh muncul lagi girlsband yang lagunya biutiful-biutiful gitu, apa sih namanya, singerbel,cherinbel apa cheribel? Ah pokoknya pakai bel-bell gitulah (ngapain juga dipikir serius amat). Ternyata boyband sama girlband Indonesia ini berkiblat sama korea. Korea saja bisa tampil biasa gitu kok, eeh Indonesia malah tampil dengan kealay'an. Kenapa sih harus alay? Gak afdhol ya, gak ayem yee atinyee. Sumpah fals banget. Korea saja boysband sama girlsband harus diseleksi ketat-ketat kok, malah di Indonesia kaya bebas begitu saja. Ya beginilah akibatnya, mana boysband mahal mana yang murahan, tapi menurutku mereka semua biasa saja. Kalau yang mahal tuh ya seperti ME, KLA Project, intinya yang dulu-dulu itulah, buktinya sampai sekarang lagunya masih enak dinyanyikan, dari anak muda sampai orangtua senang. Kalau lagu yang sekarang pasti cuma sesaat, cuma waktu itu saja. Buktikan! Saya berharap boysband Indonesia bisa mencontoh boysband eropa, misal WESTLIFE. Menurut analisis saya (versi bang sentilun), saya tanya sama teman-teman, kamu suka SuJu, SNSD (korea), temanku banyak yang menjawab suka, bahkan suka banget, tapi waktu aku tanyain tentang sm*sh,cherribel pada sontak menjawab TIDAK. Berbagai alasan tentang jawaban mereka, ada yang bilang alay, terlalu berlebihan, dll. Oh ya, satu yang paling saya tidak suka sama girlsband Indonesia, pakaiannya, mbok ya jangan selalu pakai rok mini sampai seperti itu, merusak moral bangsa Mbak!! kalau ada yang agama islam itu sangat kelewatan, belum tahu aturan agama apa belagak sok gak tau saya tidak tahu. Menurut survei wanita-wanita yang penampilan seperti itu tidak lama dalam bercinta, baru sebentar udah keluar. Sudah keluar keringet maksudnya (parno aja sih).
Pesan saya untuk :
Boysband Indo, hilangilah kealay'anmu, sucikanlah pikiranmu (jangan kemayu), dan contohlah boysband Indo yang sudah berpengalaman
Girlsband Indo, BENAILAH PAKAIANMU, pakai yang sudah jadi!
NB:ini bukan syirik lho ya
Pesan saya untuk :
Boysband Indo, hilangilah kealay'anmu, sucikanlah pikiranmu (jangan kemayu), dan contohlah boysband Indo yang sudah berpengalaman
Girlsband Indo, BENAILAH PAKAIANMU, pakai yang sudah jadi!
NB:ini bukan syirik lho ya
Minggu, 27 Maret 2011
KONSEP OLAHRAGA DAN PENDIDIKAN JASMANI
KONSEP OLAHRAGA DAN
PENDIDIKAN JASMANI
Disusun Oleh :
Nama : ARGA KUSUMA SENNA
NIM : K5610014
PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2011
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai ” Konsep Olahraga dan Pendidikan Jasmani” dengan baik.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan Jasmani . Makalah ini akan membahas beberapa hal yang menyangkut tentang dasar psikologik jasmani dan segala hal yang hal tersebut.
Ucapan terima kasih ditujukan kepada semua pihak-pihak yang membantu sehingga terselesaikanya makalah ini tepat waktu. Dengan segala kerendahan hati yang tulus kami selaku penulis pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada :
1. Bapak selaku Dosen Pendamping dan Pembimbing.
2. Semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan memiliki keterbatasan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Sukoharjo, Desember 2011
Arga Kusuma Senna
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak.
Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional.
Konsep pendidikan jasmani merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Artinya pendidikan jasmani bukan hanya dekorasi atau ornamen yang ditempel dalam program sekolah sebagai alat untuk membuat anak sibuk, tetapi pendidikan jasmani adalah bagian yang terpenting dalam pendidikan. Melalui pendidikan jasmani diarahkan dengan baik anak-anak akan mengembangkan ketrampilan yang berguna bagi pengisian waktu senggang, terlibat dalam aktifas yang konduksif untuk mengembangkan hidup sehat, berkembang secara sosial, dan menyumbang pada kesehatan fisik dan mentalnya meskipun pendidikan jasmani menawarkan kepada anak untuk bergembira, tidaklah tepat untuk mengatakan penjas diselenggarakan semata-mata agar anak-anak bergembira dan bersenang-senang.
Jadi pendidikan jasmani diartikan sebagai proses pendidikan melalui aktivitas jasmani atau olahraga. Inti pengertiaanya adalah mendidik anak. Yang membedakannya dengan mata pelajaran lain adalah alat yang digunakan adalah gerak insani, manusia yang bergerak secara sadar oleh gurunya dan diberikan dalam situasi yang tepat, agar dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak didik.
Tujuan pendidikan jasmani yaitu memberi kesempatan kepada anak untuk mempelajari berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan potensi anak baik dalam aspek fisik, mental,sosil, emosional dan moral. Singkatnya pendidikan jasmani bertujuan mengembangkan potensi setiap anak setingi-tingginya yaitu meliputi ranah kognitif, Psikomotor, dan afaktef. Jadi tidak salah jika para ahli percaya bahwa pendidikan jasmani merupakan wahana yang paling tepat untuk “membentuk manusia seutuhnya” karena pada dasarnya hasil riset telah menunjukan adanya hasil psikologis yang positif dan keuntungan sosial dari keterlibatan anak muda dalam aktifitas jasmani. Bukti terkuat adalah dalam lingkup self - esteem, dan self concept dikalangan adolens. Selain itu juga ada bukti mengenai hubungan positif anatara aktifitas jasmani dan kemampuan kognitif
Temuan juga menunjukan hubungan negative antara aktifitas jasmani dan sejumlah simtom psiko-somatik yang berarti menunjukan bahwa anak-anak muda yang lebih aktif dalam olahraga dan aktivitas jasmani memiliki kemampuan yang lebih tinggi mengatasi stress. Temuan juga serupa untuk gejala kenakalan dan penyimpangan perilaku remaja.
1.2 Rumusan Masalah
Dari penjelasan latar belakang masalah di atas, dapat dibuat beberapa rumusan masalah, antara lain :
2.1 Apa arti dari Olahraga
2.2 Apa arti dari Pendidikan Jasmani
2.3 Gerak sebagai kebutuhan anak
1.3 Tujuan
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif
1.4 Manfaat
Manfaat bagi penulis adalah :
- Meningkatkan pengetahuan penyusun tentang konsep olahraga dan pendidikan jasmani.
- Penulis mempunyai pengalaman belajar yang lebih bermakna sehingga dapat menyempurnakan pembuatan makalah selanjutnya.
- Penulis mempunyai pengalaman untuk dapat mengembangkan konsep olahraga dan pendidikan jasmani.
Manfaat bagi pembaca adalah :
- Meningkatkan pengetahuan tentang konsep olahraga dan pendidikan jasmani.
- Pembaca dapat bersikap kritis terhadap perkembangan konsep olahraga dan pendidikan jasmani.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Arti Olahraga
Olahraga adalah kegiatan pelatihan jasmani, yaitu kegiatan jasmani untuk memperkaya dan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan gerak dasar maupun gerak ketrampilan (kecabangan olahraga). Kegiatan itu merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera jasmani atau sehat jasmani yang berarti juga sehat dinamis yaitu sehat yang disertai dengan kemampuan gerak yang memenuhi segala tuntutan gerak kehidupan sehari-hari, artinya ia memiliki tingkat kebugaran jasmani yang memadai.
Olahraga massal adalah bentuk kegiatan olahraga yang dapat dilakukan oleh sejumlah besar orang secara bersamaan atau yang biasa disebut sebagai olahraga masyarakat yang hakekatnya adalah olahraga kesehatan, sebab dalam melakukan kegiatan olahraga tersebut hanya satu tujuannya yaitu memelihara atau meningkatkan derajat sehat (dinamis)nya. Olahraga masyarakat atau olahraga kesehatan dengan demikian merupakan bentuk olahraga yang dapat mewujudkan kebersamaan dan kesetaraan dalam berolahraga, oleh karena pada olahraga itu tidak ada tuntutan ketrampilan olahraga tertentu. Dengan demikian maka olahraga kesehatan (Or-Kes) atau olahraga masyarakat (Or-Masy) merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera sosial (sehat sosial = kebugaran sosial).
Dalam UU RI No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pada BAB II, Pasal 4 yang berbunyi:
“Keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.”
Sementara itu dalam Declaration on sport yang dikeluarkan UNESCO, dikemukana batasan yang di susun oleh Majelis Internasional Olahraga dan Pendidikan Jasmani (International Council of Sport and Physical Education, ICSPE) sebagai berikut : Setiap aktifitas fisik berupa permainan dan dilakukan dalam bentuk pertandingan, baik melawan unsure-unsur alam, orang lain maupun diri sendiri disebut olahraga.” Selanjutnya dalam deklarasi tersebut dikemukakan tentang sportivitas atau Fair Play, dimana bersikap memandang lawan sebagai kawan bermain. Sportivitas berfungsi memurnikan olahraga dan menjadikan olahraga menjadi alat yang ampuh bagi pendidikan.
2.2 Arti Pendidikan Jasmani
Pendidikan Jasmani adalah kegiatan jasmani yang diselenggarakan untuk menjadi media bagi kegiatan pendidikan. Pendidikan adalah kegiatan yang merupakan proses untuk mengembangkan kemampuan dan sikap rohaniah yang meliputi aspek mental, intelektual dan bahkan spiritual. Sebagai bagian dari kegiatan pendidikan, maka pendidikan jasmani merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera Rohani (melalui kegiatan jasmani), yang dalam lingkup sehat WHO berarti sehat rohani.
Dalam UU RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada BAB II pasal 3 yang berbunyi:
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Pendidikan jasmani merupakan usaha pendidikan dengan menggunakan aktivitas otot-otot besar hingga proses pendidikan yang berlangsung tidak terhambat oleh gangguan kesehatan dan pertumbuhan badan. Sebagai bagian integral dari proses pendidikan keseluruhan, pendidikan jasmani merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembangkan kawasan organic, neuromuskuler, intelektual dan social .
Pendidikan jasmani pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik dan kesehatan untuk untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam bentuk fisik, mental, serta emosional.
Bila ditinjau per difinisi pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai ungkapan dan kalimat. Namun esensinya sama, yang disimpulkan bermakna jelas, bahwa pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangkan keutuhan manusia. berkaitan dengan hal ini, diartikan melalui fisik, aspek mental dan emosional turut berkembang, bahkan dengan penekanannya yang cukup dalam. Berbeda dengan bidang lain, misalnya pendidikan moral penekanannya benar-benar pada perkembangan moral, tetapi aspek fisik tidak turut berkembang baik langsung maupun tidak langsung.
Maka dari beberapa kutipan di atas Sumbangan penjas pun bukan hanya bersifat fisik semata, melainkan menambah pada peningkatan kemampuan olah pikir, seperti kemampuan membuat keputusan dan olah rasa seperti kemampuan memahami perasaan orang lain (empati)
Kemudian ditinjau dari Tujuan penjas itu sebenarnya memberi kesempatan kepada anak untuk berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan potensi anak baik dalam aspek fisik, mental, sosial, emosional dan moral Singkatnya penjas bertujuan untuk mengembangkan potensi setiap anak setinggi-tingginya.
Diringkaskan dalam termologi yang popular maka tujuan pembelajaran pendidikan harus mencakup tujuan dalam domain psikomotor, kognitif dan tidak kala pentingnya domain afektif.
- Domain Psikomotor
Pengembangan domain psikomotor secara umum dapat diarahkan pada tujuan utama, yang pertama yang mencakup aspek kebugaran jasmani, dan yang kedua mencapai perkembangan aspek perseptua motorik. Ini menegaskan bahwa pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang kemampuan kebugaran jasmani serta sekaligus bersifat pembentukan penguasaan gerak ketrampilan itu sendiri.
- Domain kognitif
Domain kognitif mencakup pengetahuan tentang fakta, konsep, yang lebih penting lagi adalah penalaran dan kemampuan memecahkan masalah. Aspek kognitif dalam pendidikan jasmani, tidak saja menyangkut penguasaan pengetahuan faktual semata-mata tetapi meliputi pemahaman terhadap gejala gerak dan prinsipnya, termasuk yang berkaitan dengan, landasan ilmiah pendidikan jasmani dan olahraga serta pengisian waktu luang.
- Domain afektif
Domain afektif mencakup sifat- sifat psikologis yang menjadi unsure kepribadian yang kukuh. Tidak hanya tentang sikap sebagai kesiapan berbuat yang perlu dikembangkan tetapi yang lebih penting adalah konsep diri dan komponen kepribadian lainnya, seperti intelegensi emosional dan watak. Konsep diri menyangkut presepsi diri atau penilain seseorang tentang kelebihannya. Konsep diri merupakan fondasi kepribadian anak dan sangat diyakini ada kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan mereka setelah dewasa kelak.
Jadi inplikasi penting dari pendidikan jasmani adalah untuk mengatasi kepentingan social seperti : pengakuan dan menerima peraturan dan norma-norma bersama, belajar bersama,menerima pimpinan. Mengembangkan perasaan kemasyarakatan dan pengakuan terhadap orang lain sebagai pribadi. Belajar bertanggung jawab terhadap yang lain, member pertolongan,perlindungan dan berkorban. Dan belajar mengenal dan mengalami bentuk-bentuk pelepasan lelah secaraaktif untuk pengisian waktu senggang.
> Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani
- .Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
- Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
- Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
- Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya
- Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya
- Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung
2.3 Gerak Sebagai Kebutuhan Anak
Dunia anak-anak adalah dunia yang segar, baru, dan senantiasa indah, dipenuhi keajaiban dan keriangan. Demikian Rachel Carson dalam sebuah ungkapannya. Namun demikian, menurut Carson, adalah kemalangan bagi kebanyakan kita bahwa dunia yang cemerlang itu terenggut muram dan bahkan hilang sebelum kita dewasa.
Dunia anak-anak memang menakjubkan, mengandung aneka ragam pengalaman yang mencengangkan, dilengkapi berbagai kesempatan untuk memperoleh pembinaan . Bila guru masuk ke dalam dunia itu, ia dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan pengetahuannya, mengasah kepekaan rasa hatinya serta memperkaya keterampilannya.
Bermain adalah dunia anak. Sambil bermain mereka belajar. Dalam hal belajar, anak-anak adalah ahlinya. Segala macam dipelajarinya, dari menggerakkan anggota tubuhnya hingga mengenali berbagai benda di lingkungan sekitarnya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dengan mempelajari makalah ini kita dapat mengembangkan tentang konsep-konsep dalam olahraga juga pendidikan jasmani dan juga mengetahui perbedaan detail antara pendidikan olahraga dengan pendidikan jasmani.
B. SARAN
Kami sebagai penyusun makalah ini, sangat mengharap atas segala saran – saran dan kritikan bagi para pembaca yang kami hormati guna untuk membangun pada masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang memuaskan bagi tugas yang kami laksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
H. Js Husdarta, Manajemen pendidikan jasmani: Alfabeta Bandung 2009
Sukintaka, Teori pendidikan jasmani : Nuansa cendekia Bandung 2004
……., UU RI No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pada BAB II, Pasal 4
Abdulkadir Ateng.1992. Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga pendidikan.
fkunhas.com
wengayo.blogspot.com/p/konsep-olahraga-da-penjas.htm
PENDIDIKAN JASMANI
Disusun Oleh :
Nama : ARGA KUSUMA SENNA
NIM : K5610014
PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2011
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai ” Konsep Olahraga dan Pendidikan Jasmani” dengan baik.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan Jasmani . Makalah ini akan membahas beberapa hal yang menyangkut tentang dasar psikologik jasmani dan segala hal yang hal tersebut.
Ucapan terima kasih ditujukan kepada semua pihak-pihak yang membantu sehingga terselesaikanya makalah ini tepat waktu. Dengan segala kerendahan hati yang tulus kami selaku penulis pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada :
1. Bapak selaku Dosen Pendamping dan Pembimbing.
2. Semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan memiliki keterbatasan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Sukoharjo, Desember 2011
Arga Kusuma Senna
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak.
Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional.
Konsep pendidikan jasmani merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Artinya pendidikan jasmani bukan hanya dekorasi atau ornamen yang ditempel dalam program sekolah sebagai alat untuk membuat anak sibuk, tetapi pendidikan jasmani adalah bagian yang terpenting dalam pendidikan. Melalui pendidikan jasmani diarahkan dengan baik anak-anak akan mengembangkan ketrampilan yang berguna bagi pengisian waktu senggang, terlibat dalam aktifas yang konduksif untuk mengembangkan hidup sehat, berkembang secara sosial, dan menyumbang pada kesehatan fisik dan mentalnya meskipun pendidikan jasmani menawarkan kepada anak untuk bergembira, tidaklah tepat untuk mengatakan penjas diselenggarakan semata-mata agar anak-anak bergembira dan bersenang-senang.
Jadi pendidikan jasmani diartikan sebagai proses pendidikan melalui aktivitas jasmani atau olahraga. Inti pengertiaanya adalah mendidik anak. Yang membedakannya dengan mata pelajaran lain adalah alat yang digunakan adalah gerak insani, manusia yang bergerak secara sadar oleh gurunya dan diberikan dalam situasi yang tepat, agar dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak didik.
Tujuan pendidikan jasmani yaitu memberi kesempatan kepada anak untuk mempelajari berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan potensi anak baik dalam aspek fisik, mental,sosil, emosional dan moral. Singkatnya pendidikan jasmani bertujuan mengembangkan potensi setiap anak setingi-tingginya yaitu meliputi ranah kognitif, Psikomotor, dan afaktef. Jadi tidak salah jika para ahli percaya bahwa pendidikan jasmani merupakan wahana yang paling tepat untuk “membentuk manusia seutuhnya” karena pada dasarnya hasil riset telah menunjukan adanya hasil psikologis yang positif dan keuntungan sosial dari keterlibatan anak muda dalam aktifitas jasmani. Bukti terkuat adalah dalam lingkup self - esteem, dan self concept dikalangan adolens. Selain itu juga ada bukti mengenai hubungan positif anatara aktifitas jasmani dan kemampuan kognitif
Temuan juga menunjukan hubungan negative antara aktifitas jasmani dan sejumlah simtom psiko-somatik yang berarti menunjukan bahwa anak-anak muda yang lebih aktif dalam olahraga dan aktivitas jasmani memiliki kemampuan yang lebih tinggi mengatasi stress. Temuan juga serupa untuk gejala kenakalan dan penyimpangan perilaku remaja.
1.2 Rumusan Masalah
Dari penjelasan latar belakang masalah di atas, dapat dibuat beberapa rumusan masalah, antara lain :
2.1 Apa arti dari Olahraga
2.2 Apa arti dari Pendidikan Jasmani
2.3 Gerak sebagai kebutuhan anak
1.3 Tujuan
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif
1.4 Manfaat
Manfaat bagi penulis adalah :
- Meningkatkan pengetahuan penyusun tentang konsep olahraga dan pendidikan jasmani.
- Penulis mempunyai pengalaman belajar yang lebih bermakna sehingga dapat menyempurnakan pembuatan makalah selanjutnya.
- Penulis mempunyai pengalaman untuk dapat mengembangkan konsep olahraga dan pendidikan jasmani.
Manfaat bagi pembaca adalah :
- Meningkatkan pengetahuan tentang konsep olahraga dan pendidikan jasmani.
- Pembaca dapat bersikap kritis terhadap perkembangan konsep olahraga dan pendidikan jasmani.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Arti Olahraga
Olahraga adalah kegiatan pelatihan jasmani, yaitu kegiatan jasmani untuk memperkaya dan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan gerak dasar maupun gerak ketrampilan (kecabangan olahraga). Kegiatan itu merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera jasmani atau sehat jasmani yang berarti juga sehat dinamis yaitu sehat yang disertai dengan kemampuan gerak yang memenuhi segala tuntutan gerak kehidupan sehari-hari, artinya ia memiliki tingkat kebugaran jasmani yang memadai.
Olahraga massal adalah bentuk kegiatan olahraga yang dapat dilakukan oleh sejumlah besar orang secara bersamaan atau yang biasa disebut sebagai olahraga masyarakat yang hakekatnya adalah olahraga kesehatan, sebab dalam melakukan kegiatan olahraga tersebut hanya satu tujuannya yaitu memelihara atau meningkatkan derajat sehat (dinamis)nya. Olahraga masyarakat atau olahraga kesehatan dengan demikian merupakan bentuk olahraga yang dapat mewujudkan kebersamaan dan kesetaraan dalam berolahraga, oleh karena pada olahraga itu tidak ada tuntutan ketrampilan olahraga tertentu. Dengan demikian maka olahraga kesehatan (Or-Kes) atau olahraga masyarakat (Or-Masy) merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera sosial (sehat sosial = kebugaran sosial).
Dalam UU RI No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pada BAB II, Pasal 4 yang berbunyi:
“Keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.”
Sementara itu dalam Declaration on sport yang dikeluarkan UNESCO, dikemukana batasan yang di susun oleh Majelis Internasional Olahraga dan Pendidikan Jasmani (International Council of Sport and Physical Education, ICSPE) sebagai berikut : Setiap aktifitas fisik berupa permainan dan dilakukan dalam bentuk pertandingan, baik melawan unsure-unsur alam, orang lain maupun diri sendiri disebut olahraga.” Selanjutnya dalam deklarasi tersebut dikemukakan tentang sportivitas atau Fair Play, dimana bersikap memandang lawan sebagai kawan bermain. Sportivitas berfungsi memurnikan olahraga dan menjadikan olahraga menjadi alat yang ampuh bagi pendidikan.
2.2 Arti Pendidikan Jasmani
Pendidikan Jasmani adalah kegiatan jasmani yang diselenggarakan untuk menjadi media bagi kegiatan pendidikan. Pendidikan adalah kegiatan yang merupakan proses untuk mengembangkan kemampuan dan sikap rohaniah yang meliputi aspek mental, intelektual dan bahkan spiritual. Sebagai bagian dari kegiatan pendidikan, maka pendidikan jasmani merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera Rohani (melalui kegiatan jasmani), yang dalam lingkup sehat WHO berarti sehat rohani.
Dalam UU RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada BAB II pasal 3 yang berbunyi:
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Pendidikan jasmani merupakan usaha pendidikan dengan menggunakan aktivitas otot-otot besar hingga proses pendidikan yang berlangsung tidak terhambat oleh gangguan kesehatan dan pertumbuhan badan. Sebagai bagian integral dari proses pendidikan keseluruhan, pendidikan jasmani merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembangkan kawasan organic, neuromuskuler, intelektual dan social .
Pendidikan jasmani pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik dan kesehatan untuk untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam bentuk fisik, mental, serta emosional.
Bila ditinjau per difinisi pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai ungkapan dan kalimat. Namun esensinya sama, yang disimpulkan bermakna jelas, bahwa pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangkan keutuhan manusia. berkaitan dengan hal ini, diartikan melalui fisik, aspek mental dan emosional turut berkembang, bahkan dengan penekanannya yang cukup dalam. Berbeda dengan bidang lain, misalnya pendidikan moral penekanannya benar-benar pada perkembangan moral, tetapi aspek fisik tidak turut berkembang baik langsung maupun tidak langsung.
Maka dari beberapa kutipan di atas Sumbangan penjas pun bukan hanya bersifat fisik semata, melainkan menambah pada peningkatan kemampuan olah pikir, seperti kemampuan membuat keputusan dan olah rasa seperti kemampuan memahami perasaan orang lain (empati)
Kemudian ditinjau dari Tujuan penjas itu sebenarnya memberi kesempatan kepada anak untuk berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan potensi anak baik dalam aspek fisik, mental, sosial, emosional dan moral Singkatnya penjas bertujuan untuk mengembangkan potensi setiap anak setinggi-tingginya.
Diringkaskan dalam termologi yang popular maka tujuan pembelajaran pendidikan harus mencakup tujuan dalam domain psikomotor, kognitif dan tidak kala pentingnya domain afektif.
- Domain Psikomotor
Pengembangan domain psikomotor secara umum dapat diarahkan pada tujuan utama, yang pertama yang mencakup aspek kebugaran jasmani, dan yang kedua mencapai perkembangan aspek perseptua motorik. Ini menegaskan bahwa pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang kemampuan kebugaran jasmani serta sekaligus bersifat pembentukan penguasaan gerak ketrampilan itu sendiri.
- Domain kognitif
Domain kognitif mencakup pengetahuan tentang fakta, konsep, yang lebih penting lagi adalah penalaran dan kemampuan memecahkan masalah. Aspek kognitif dalam pendidikan jasmani, tidak saja menyangkut penguasaan pengetahuan faktual semata-mata tetapi meliputi pemahaman terhadap gejala gerak dan prinsipnya, termasuk yang berkaitan dengan, landasan ilmiah pendidikan jasmani dan olahraga serta pengisian waktu luang.
- Domain afektif
Domain afektif mencakup sifat- sifat psikologis yang menjadi unsure kepribadian yang kukuh. Tidak hanya tentang sikap sebagai kesiapan berbuat yang perlu dikembangkan tetapi yang lebih penting adalah konsep diri dan komponen kepribadian lainnya, seperti intelegensi emosional dan watak. Konsep diri menyangkut presepsi diri atau penilain seseorang tentang kelebihannya. Konsep diri merupakan fondasi kepribadian anak dan sangat diyakini ada kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan mereka setelah dewasa kelak.
Jadi inplikasi penting dari pendidikan jasmani adalah untuk mengatasi kepentingan social seperti : pengakuan dan menerima peraturan dan norma-norma bersama, belajar bersama,menerima pimpinan. Mengembangkan perasaan kemasyarakatan dan pengakuan terhadap orang lain sebagai pribadi. Belajar bertanggung jawab terhadap yang lain, member pertolongan,perlindungan dan berkorban. Dan belajar mengenal dan mengalami bentuk-bentuk pelepasan lelah secaraaktif untuk pengisian waktu senggang.
> Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani
- .Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
- Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
- Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
- Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya
- Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya
- Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung
2.3 Gerak Sebagai Kebutuhan Anak
Dunia anak-anak adalah dunia yang segar, baru, dan senantiasa indah, dipenuhi keajaiban dan keriangan. Demikian Rachel Carson dalam sebuah ungkapannya. Namun demikian, menurut Carson, adalah kemalangan bagi kebanyakan kita bahwa dunia yang cemerlang itu terenggut muram dan bahkan hilang sebelum kita dewasa.
Dunia anak-anak memang menakjubkan, mengandung aneka ragam pengalaman yang mencengangkan, dilengkapi berbagai kesempatan untuk memperoleh pembinaan . Bila guru masuk ke dalam dunia itu, ia dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan pengetahuannya, mengasah kepekaan rasa hatinya serta memperkaya keterampilannya.
Bermain adalah dunia anak. Sambil bermain mereka belajar. Dalam hal belajar, anak-anak adalah ahlinya. Segala macam dipelajarinya, dari menggerakkan anggota tubuhnya hingga mengenali berbagai benda di lingkungan sekitarnya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dengan mempelajari makalah ini kita dapat mengembangkan tentang konsep-konsep dalam olahraga juga pendidikan jasmani dan juga mengetahui perbedaan detail antara pendidikan olahraga dengan pendidikan jasmani.
B. SARAN
Kami sebagai penyusun makalah ini, sangat mengharap atas segala saran – saran dan kritikan bagi para pembaca yang kami hormati guna untuk membangun pada masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang memuaskan bagi tugas yang kami laksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
H. Js Husdarta, Manajemen pendidikan jasmani: Alfabeta Bandung 2009
Sukintaka, Teori pendidikan jasmani : Nuansa cendekia Bandung 2004
……., UU RI No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pada BAB II, Pasal 4
Abdulkadir Ateng.1992. Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga pendidikan.
fkunhas.com
wengayo.blogspot.com/p/konsep-olahraga-da-penjas.htm
Selasa, 18 Januari 2011
Van Termewah di Dunia
semua tau khan mobil van?? Van adalah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang atau orang. Biasanya berbentuk kotak dengan empat roda, dan lebar serta panjangnya sama dengan mobil, tetapi lebih tinggi badannya dan juga dibuat lebih tinggi dari tanah. Van ada kalanya dirancang khusus atau ada pula yang dimodifikasi dari mobil sedan, biasanya dengan bak terbuka. Ada berbagai bentuk dan ukuran van, dari versi van klasik dari Mini yang kecil ke varian lima meter dari van Mercedes Sprinter
contoh van klasik : Van Morris Oxford

Jaman sudah berubah. Teknologi makin canggih. Otomotif pun semakin modern n keren. Ini dia mobil van termewah didunia...




contoh van klasik : Van Morris Oxford

Jaman sudah berubah. Teknologi makin canggih. Otomotif pun semakin modern n keren. Ini dia mobil van termewah didunia...





Kamis, 23 Desember 2010
makalah Long Live Education In Islam
LONG LIVE EDUCATION IN ISLAM

Disusun Oleh :
Nama : ARGA KUSUMA SENNA
NIM : K5610014
PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2010
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai ”Long Live Education In Islam” dengan baik.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan Jasmani . Makalah ini akan membahas beberapa hal yang menyangkut tentang dasar psikologik jasmani dan segala hal yang hal tersebut.
Ucapan terima kasih ditujukan kepada semua pihak-pihak yang membantu sehingga terselesaikanya makalah ini tepat waktu. Dengan segala kerendahan hati yang tulus kami selaku penulis pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan memiliki keterbatasan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Solo, Desember 2010
Arga Kusuma Senna
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
“Long Live Education In Islam”, dalam pikiran penulis mengkin berarti pendidikan seumur hidup di Islam. Saat ini mengenyam pendidikan sangatlah dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia dalam artian untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang layak manusia harus mempunyai suatu keahlian tertentu dan hal ini didapat dari suatu pendidikan. Pendidikan mengajarkan berbagai hal yang positif untuk dimasa mendatang. Suatu hal yang dapat dibanggakan bila seseorang telah mendapatkan pendidikan yang tinggi dan dibarengi dengan akhlak yang mulia. Akan tetapi jika dengan pendidikan yang tinggi dan akhlak yang mulia tidak mendapatkan suatu perkerjaan maka hal tersebut sia-sia belaka. Islam mengajarkan bahwa manusia harus dan diwajibkan bekerja keras dan mengenyam pendidikan sampai ke liang lahat. Tapi sekarang ini sulit untuk mendapatkan suatu pendidikan bagi orang yang kurang mampu. Mereka lebih memilih bekerja membantu orang tuanya mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Kembali pada masalah mengenai pendidikan seumur hidup di Islam. Pendidikan dalam agama Islam mempunyai suatu kedisiplinan yang tinggi, yang artinya dalam mengenyam pendidikan haruslah dari dalam hati dan niat yang tinggi supaya tidak putus ditengah jalan. Pendidikan di Islam sendiri mengajarkan suatu hal tentang kehidupan kelak di akhirat dan kehidupan sekarang. Keduanya berimbang satu sama lain, tidak saling berat sebelah. Pada jaman yang modern sekarang ini banyak generasi muda yang lupa akan pendidikan khususnya pendidikan dalam Islam. Generasi muda muslim sekarang enggan untuk mengenyam pendidikan Islam dikarenakan sudah terpengaruh dan tidak mempunyai identitas lagi mengenai agamanya sendiri. Mereka malah bangga terhadap pendidikan yang kurang berguna bagi didunia akhirat kelak. Maka dari itu penulis akan memberikan sebuah gambaran tentang seberapa pentingkah mengenyam pendidikan seumur hidup di Islam.
1.2 Rumusan Masalah
Pendidikan merupakan salah satu perhatian sentral masyarakat Islam baik dalam negara maupun minoritas. Dalam ajaran agama Islam pendidikan mendapat posisi yang sangat penting dan tinggi. Karenanya, umat Islam mempunyai perhatian yang tinggi terhadap pelaksanaan pendidikan untuk kepentingan masa depan umat Islam.
Sebagai suatu agama, Islam memiliki ajaran yang diakui lebih sempurna dan kompherhensif dibandingkan dengan agama-agama lainnya yang pernah diturunkan Allah SWT sebelumnya. Sebagai agama yang paling sempurna ia dipersiapkan untuk menjadi pedoman hidup sepanjang zaman atau hingga hari akhir. Islam tidak hanya mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat, ibadah dan penyerahan diri kepada Allah saja, melainkan juga mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia termasuk di dalamnya mengatur masalah pendidikan. Sumber untuk mengatur kehidupan dunia dan akhirat tersebut adalah al Qur’an dan al Sunnah.
Sebagai sumber ajaran, al Qur’an sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti ternyata menaruh perhatian yang besar terhadap masalah pendidikan dan pengajaran. Demikian pula dengan al Hadist, sebagai sumber ajaran Islam, di akui memberikan perhatian yang amat besar terhadap masalah pendidikan. Nabi Muhammad SAW, telah mencanangkan program pendidikan seumur hidup (long life education ).
Dari uraian diatas, terlihat bahwa Islam sebagai agama yang ajaran-ajarannya bersumber pada al- Qur’an dan al Hadist sejak awal telah menancapkan revolusi di bidang pendidikan dan pengajaran. Langkah yang ditempuh al Qur’an ini ternyata amat strategis dalam upaya mengangkat martabat kehidupan manusia. Kini di akui dengan jelas bahwa pendidikan merupakan jembatan yang menyeberangkan orang dari keterbelakangan menuju kemajuan, dan dari kehinaan menuju kemuliaan, serta dari ketertindasan menjadi merdeka, dan seterusnya. Dasar pelaksanaan Pendidikan Islam terutama adalah al Qur’an dan al Hadist Firman Allah :
“ Dan demikian kami wahyukan kepadamu wahyu (al Qur’an) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan al Qur’an itu cahaya yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benarbenar memberi petunjuk kepada jalan yang benar ( QS. Asy-Syura : 52 )”
Dan Hadis dari Nabi SAW :
“ Sesungguhnya orang mu’min yang paling dicintai oleh Allah ialah orang yang senantiasa tegak taat kepada-Nya dan memberikan nasihat kepada hamba-Nya, sempurna akal pikirannya, serta mengamalkan ajaran-Nya selama hayatnya, maka beruntung dan memperoleh kemenangan ia” (al Ghazali, Ihya Ulumuddin hal. 90)”
Dari ayat dan hadis di atas tadi dapat diambil kesimpulan :
1. Bahwa al Qur’an diturunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk kearah jalan hidup yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk kearah jalan yang diridhoi Allah SWT.
2. Menurut Hadist Nabi, bahwa diantara sifat orang mukmin ialah saling menasihati untuk mengamalkan ajaran Allah, yang dapat diformulasikan sebagai usaha atau dalam bentuk pendidikan Islam.
3. Al Qur’an dan Hadist tersebut menerangkan bahwa nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk, memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pendidikan Islam. Bagi umat Islam maka dasar agama Islam merupakan fondasi utama keharusan berlangsungnya pendidikan. Karena ajaran Islam bersifat universal yang kandungannya sudah tercakup seluruh aspek kehidupan ini.
1.4 Manfaat
Manfaat bagi penulis adalah :
- Meningkatkan pengetahuan penyusun tentang dasar psikologi pendidikan jasmani.
- Penulis mempunyai pengalaman belajar yang lebih bermakna sehingga dapat menyempurnakan pembuatan makalah selanjutnya.
- Penulis mempunyai pengalaman untuk dapat mengembangkan aspek psikologi diri melalui pendidikan jasmani.
Manfaat bagi pembaca adalah :
- Meningkatkan pengetahuan tentang dasar psikologi pendidikan jasmani.
- Pembaca dapat bersikap kritis terhadap perkembangan dasar psikologi pendidikan jasmani.
BAB II
PEMBAHASAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Ilmu pendidikan islam adalah ilmu pendidikan yang berdasarkan islam. Islam adalah nama agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Islam berisi seperangkat ajaran tentang kehidupan manusia.
Sejarah pendidikan islam pada hakikatnya tidak terlepas dari sejarah islam. Oleh karenanya, periodesasi pendidikan islam berada dalam periode-periode sejarah islam itu sendiri. Prof. Dr. Harun Nasution secara garis membagi sejarah islam kedalam tiga periode yaitu :
1. Periode klasik
2. Pertengahan
3. Modern.
Kemudian dalam buku Dra. Zuhairini dijelaskan bahwa periode-periode tersebut di bagi menjadi lima masa, yaitu:
1. masa hidupnya Nabi Muhammad SAW (571-632 M)
2. masa Khalifaur Rasyidin di Madinah ( 632-661 M)
3. masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750 M)
4. masa kekuasaan Abbasiyah di Baghdad ( 750-1250)
5. masa dari jatuhnya kekuasaan Khalifah di Bagdad tahun 1250 M s/d sekarang.
Menurut R.S. Peters dalam bukunya The Philosophy of Education menegaskan bahwa pada hakekatnya pendidikan tidak mengenal akhir, karena kualitas kehidupan manusia terus meningkat. Apabila kita memperhatikan isi Al-Quran dan Al-Hadist, maka terdapatlah beberapa suruhan yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas, jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan. Perintah kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW:
“Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun
perempuan”. (HR. Ibn Abdulbari)
Dari hadist ini kita memperoleh pengertian, bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu, berpengetahuan, mengetahui segala permasalahan dan jalan kemanfaatan; menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu, baik yang berhubungan dangan ‘aqaid dan ibadat, baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) diakhirat wajiblah ia mengetahui ilmunya pula dan barang siapa yang meginginkan kedua-duanya wajiblah ia memiliki ilmu kedua duanya pula” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menurut Al-Qur’an, semua pengetahuan dating dari Allah SWT. Konferensi Internasional tentang Pendidikan Islam tahun 1980 membuat rekomendasi sebagai berikut ;
“Semua pengetahuan datang dari Allah. Sebagian diwahyukan kepada orang yang dipilihnya, sebagian lain deperoleh manusia dengan menggunakan indera, akal, dan hatinya. Pengetahuan diwahyukan mempunyai kebenaran absolute sedangkan pengetahuan yang diperoleh, kebenarannya tidak mutlak.” (King Abdul Aziz University).
Dalam kenyataan sejarah, kedua macam pengetahuan ini selalu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan islam. Ibn Khaldun menyebutkan dengan istilah “pengetahuan naqliyah” (diwahyukan) dan “pengetahuan aqliyah (dipikirkan).
Sebenarnya pada kenyataannya, pengetahuan dalam pandangan islam hanya ada satu. Pengklasifikasian pendidikan dan pengetahuan secara lengkap dapat dilihat sebagai berikut :
• Kelompok 1 (Perrenial)
1. Al-Qur’an
a. Qira’ah, hafalan (hifz), tafsir
b. Sunah
c. Sirah (tarikh) nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikut
d. Tauhid
e. Ushul-fiqh dan fiqh
f. Bahasa Al-Qur’an (fonologi, sintaksis, semantic)
•
1. Pengetahuan pembantu
a. Metafisika Islam
b. Perbandingan agama
c. Kebudayaan Islam
• Kelompok 2 (Acquired)
1. Pengetahuan Imajinatif (arts)
a. Arsitektur islam
b. Bahasa – bahasa
2. Pengetahuan Intelektual
a. Pengetahuan social
b. Pengetahuan kealaman
Dilihat dari segi ibadah, menuntut ilmu itu sangat tinggi nilai dan pahalanya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kakinya di waktu pagi (maupun petang), kemudian mempelajari satu ayat dari Kitab Allah (Al-Quran), maka pahalanya lebih baik daripada ibadat satu tahun”.
Menuntut ilmu sendiri sangat tinggi nilainya dilihat dari segi
ibadah dikarenakan amal ibadah yang tidak dilandasi dengan ilmu yang
berhubungan dengan itu, akan sia-sialah amalnya. Menurut Syaikh Ibnu Ruslan :
“Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadat) tanpa ilmu, maka segala amalnya akan ditolak, yakni tidak diterima”.
Nabi diutus ke dunia ini pun dengan tugas mengajar, sebagaimana sabdanya:
“Aku diutus ini, untuk menjadi pengajar”.(HR. Baihaqi).
Mengingat pentingnya penyebaran ilmu pengetahuan kepada manusia / masyarakat agar mereka tidak dalam kebodohan dan kegelapan, maka diperlukan kesadaran bagi para mualim, guru dan ulama, untuk beringan tangan menuntun mereka menuju kebahagian dunia dan akhirat. Bagi para guru dan ulama yang suka menyembunyikan ilmunya, mendapat ancaman, sebagaimana sabda Nabi:
”Barang siapa ditanya tentang sesuatu ilmu, kemudian menyembunyikan (tidak mau memberikan jawabannya), maka Allah akan mengekangkan (mulutnya), kelak dihari kiamat dengan kekangan ( kendali) dari api neraka”.(HR Ahmad).
Berbicara tentang sistem pendidikan Islam tidak lepas dari sistem pendidikan yang pernah dipraktekkan oleh Rasulullah saw. Dalam mengemban misi kerasulannya di muka bumi ini. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 151:
Artinya : Sebagaimana (Kami Telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) kami Telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
Berdasarkan ayat di atas, ada empat pendekatan yang digunakan nabi Muhammad SAW dalam mengemban misi sebagai pembawa risalah dimuka bumi ini dalam rangka mengembangkan dan menyiarkan Islam, yaitu :
1. Pendekatan tilawah
2. Takziyah
3. Ta’lim
4. Al-kitab
5. Ta’lim al hikmah
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dengan mempelajari dasar psikologi pendidikan jasmani maka kita dapat mengembangkan aspek sosial emosional, kognitif, sikap, konsep diri dan pembelajaran dari pendidikan jasmani dan juga dapat mengembangkan aspek moral melalui pembelajaran dasar psikologi pendidikn jasmani. Sehingga, kita dapat mengendalikan kondisi diri kita terhadap kegiatan-kegatan yang kita lakukan.
B. SARAN
Kami sebagai penyusun makalah ini, sangat mengharap atas segala saran – saran dan kritikan bagi para pembaca yang kami hormati guna untuk membangun pada masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang memuaskan bagi tugas yang kami laksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.muslimaccess.com/quraan/arabic/002.asp
http://3gplus.wordpress.com/2008/04/21/sejarah-perkembangan-islam-di-dunia/

Disusun Oleh :
Nama : ARGA KUSUMA SENNA
NIM : K5610014
PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2010
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai ”Long Live Education In Islam” dengan baik.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan Jasmani . Makalah ini akan membahas beberapa hal yang menyangkut tentang dasar psikologik jasmani dan segala hal yang hal tersebut.
Ucapan terima kasih ditujukan kepada semua pihak-pihak yang membantu sehingga terselesaikanya makalah ini tepat waktu. Dengan segala kerendahan hati yang tulus kami selaku penulis pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan memiliki keterbatasan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Solo, Desember 2010
Arga Kusuma Senna
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
“Long Live Education In Islam”, dalam pikiran penulis mengkin berarti pendidikan seumur hidup di Islam. Saat ini mengenyam pendidikan sangatlah dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia dalam artian untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang layak manusia harus mempunyai suatu keahlian tertentu dan hal ini didapat dari suatu pendidikan. Pendidikan mengajarkan berbagai hal yang positif untuk dimasa mendatang. Suatu hal yang dapat dibanggakan bila seseorang telah mendapatkan pendidikan yang tinggi dan dibarengi dengan akhlak yang mulia. Akan tetapi jika dengan pendidikan yang tinggi dan akhlak yang mulia tidak mendapatkan suatu perkerjaan maka hal tersebut sia-sia belaka. Islam mengajarkan bahwa manusia harus dan diwajibkan bekerja keras dan mengenyam pendidikan sampai ke liang lahat. Tapi sekarang ini sulit untuk mendapatkan suatu pendidikan bagi orang yang kurang mampu. Mereka lebih memilih bekerja membantu orang tuanya mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Kembali pada masalah mengenai pendidikan seumur hidup di Islam. Pendidikan dalam agama Islam mempunyai suatu kedisiplinan yang tinggi, yang artinya dalam mengenyam pendidikan haruslah dari dalam hati dan niat yang tinggi supaya tidak putus ditengah jalan. Pendidikan di Islam sendiri mengajarkan suatu hal tentang kehidupan kelak di akhirat dan kehidupan sekarang. Keduanya berimbang satu sama lain, tidak saling berat sebelah. Pada jaman yang modern sekarang ini banyak generasi muda yang lupa akan pendidikan khususnya pendidikan dalam Islam. Generasi muda muslim sekarang enggan untuk mengenyam pendidikan Islam dikarenakan sudah terpengaruh dan tidak mempunyai identitas lagi mengenai agamanya sendiri. Mereka malah bangga terhadap pendidikan yang kurang berguna bagi didunia akhirat kelak. Maka dari itu penulis akan memberikan sebuah gambaran tentang seberapa pentingkah mengenyam pendidikan seumur hidup di Islam.
1.2 Rumusan Masalah
Pendidikan merupakan salah satu perhatian sentral masyarakat Islam baik dalam negara maupun minoritas. Dalam ajaran agama Islam pendidikan mendapat posisi yang sangat penting dan tinggi. Karenanya, umat Islam mempunyai perhatian yang tinggi terhadap pelaksanaan pendidikan untuk kepentingan masa depan umat Islam.
Sebagai suatu agama, Islam memiliki ajaran yang diakui lebih sempurna dan kompherhensif dibandingkan dengan agama-agama lainnya yang pernah diturunkan Allah SWT sebelumnya. Sebagai agama yang paling sempurna ia dipersiapkan untuk menjadi pedoman hidup sepanjang zaman atau hingga hari akhir. Islam tidak hanya mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat, ibadah dan penyerahan diri kepada Allah saja, melainkan juga mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia termasuk di dalamnya mengatur masalah pendidikan. Sumber untuk mengatur kehidupan dunia dan akhirat tersebut adalah al Qur’an dan al Sunnah.
Sebagai sumber ajaran, al Qur’an sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti ternyata menaruh perhatian yang besar terhadap masalah pendidikan dan pengajaran. Demikian pula dengan al Hadist, sebagai sumber ajaran Islam, di akui memberikan perhatian yang amat besar terhadap masalah pendidikan. Nabi Muhammad SAW, telah mencanangkan program pendidikan seumur hidup (long life education ).
Dari uraian diatas, terlihat bahwa Islam sebagai agama yang ajaran-ajarannya bersumber pada al- Qur’an dan al Hadist sejak awal telah menancapkan revolusi di bidang pendidikan dan pengajaran. Langkah yang ditempuh al Qur’an ini ternyata amat strategis dalam upaya mengangkat martabat kehidupan manusia. Kini di akui dengan jelas bahwa pendidikan merupakan jembatan yang menyeberangkan orang dari keterbelakangan menuju kemajuan, dan dari kehinaan menuju kemuliaan, serta dari ketertindasan menjadi merdeka, dan seterusnya. Dasar pelaksanaan Pendidikan Islam terutama adalah al Qur’an dan al Hadist Firman Allah :
“ Dan demikian kami wahyukan kepadamu wahyu (al Qur’an) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan al Qur’an itu cahaya yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benarbenar memberi petunjuk kepada jalan yang benar ( QS. Asy-Syura : 52 )”
Dan Hadis dari Nabi SAW :
“ Sesungguhnya orang mu’min yang paling dicintai oleh Allah ialah orang yang senantiasa tegak taat kepada-Nya dan memberikan nasihat kepada hamba-Nya, sempurna akal pikirannya, serta mengamalkan ajaran-Nya selama hayatnya, maka beruntung dan memperoleh kemenangan ia” (al Ghazali, Ihya Ulumuddin hal. 90)”
Dari ayat dan hadis di atas tadi dapat diambil kesimpulan :
1. Bahwa al Qur’an diturunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk kearah jalan hidup yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk kearah jalan yang diridhoi Allah SWT.
2. Menurut Hadist Nabi, bahwa diantara sifat orang mukmin ialah saling menasihati untuk mengamalkan ajaran Allah, yang dapat diformulasikan sebagai usaha atau dalam bentuk pendidikan Islam.
3. Al Qur’an dan Hadist tersebut menerangkan bahwa nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk, memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pendidikan Islam. Bagi umat Islam maka dasar agama Islam merupakan fondasi utama keharusan berlangsungnya pendidikan. Karena ajaran Islam bersifat universal yang kandungannya sudah tercakup seluruh aspek kehidupan ini.
1.4 Manfaat
Manfaat bagi penulis adalah :
- Meningkatkan pengetahuan penyusun tentang dasar psikologi pendidikan jasmani.
- Penulis mempunyai pengalaman belajar yang lebih bermakna sehingga dapat menyempurnakan pembuatan makalah selanjutnya.
- Penulis mempunyai pengalaman untuk dapat mengembangkan aspek psikologi diri melalui pendidikan jasmani.
Manfaat bagi pembaca adalah :
- Meningkatkan pengetahuan tentang dasar psikologi pendidikan jasmani.
- Pembaca dapat bersikap kritis terhadap perkembangan dasar psikologi pendidikan jasmani.
BAB II
PEMBAHASAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Ilmu pendidikan islam adalah ilmu pendidikan yang berdasarkan islam. Islam adalah nama agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Islam berisi seperangkat ajaran tentang kehidupan manusia.
Sejarah pendidikan islam pada hakikatnya tidak terlepas dari sejarah islam. Oleh karenanya, periodesasi pendidikan islam berada dalam periode-periode sejarah islam itu sendiri. Prof. Dr. Harun Nasution secara garis membagi sejarah islam kedalam tiga periode yaitu :
1. Periode klasik
2. Pertengahan
3. Modern.
Kemudian dalam buku Dra. Zuhairini dijelaskan bahwa periode-periode tersebut di bagi menjadi lima masa, yaitu:
1. masa hidupnya Nabi Muhammad SAW (571-632 M)
2. masa Khalifaur Rasyidin di Madinah ( 632-661 M)
3. masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750 M)
4. masa kekuasaan Abbasiyah di Baghdad ( 750-1250)
5. masa dari jatuhnya kekuasaan Khalifah di Bagdad tahun 1250 M s/d sekarang.
Menurut R.S. Peters dalam bukunya The Philosophy of Education menegaskan bahwa pada hakekatnya pendidikan tidak mengenal akhir, karena kualitas kehidupan manusia terus meningkat. Apabila kita memperhatikan isi Al-Quran dan Al-Hadist, maka terdapatlah beberapa suruhan yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas, jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan. Perintah kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW:
“Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun
perempuan”. (HR. Ibn Abdulbari)
Dari hadist ini kita memperoleh pengertian, bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu, berpengetahuan, mengetahui segala permasalahan dan jalan kemanfaatan; menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu, baik yang berhubungan dangan ‘aqaid dan ibadat, baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) diakhirat wajiblah ia mengetahui ilmunya pula dan barang siapa yang meginginkan kedua-duanya wajiblah ia memiliki ilmu kedua duanya pula” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menurut Al-Qur’an, semua pengetahuan dating dari Allah SWT. Konferensi Internasional tentang Pendidikan Islam tahun 1980 membuat rekomendasi sebagai berikut ;
“Semua pengetahuan datang dari Allah. Sebagian diwahyukan kepada orang yang dipilihnya, sebagian lain deperoleh manusia dengan menggunakan indera, akal, dan hatinya. Pengetahuan diwahyukan mempunyai kebenaran absolute sedangkan pengetahuan yang diperoleh, kebenarannya tidak mutlak.” (King Abdul Aziz University).
Dalam kenyataan sejarah, kedua macam pengetahuan ini selalu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan islam. Ibn Khaldun menyebutkan dengan istilah “pengetahuan naqliyah” (diwahyukan) dan “pengetahuan aqliyah (dipikirkan).
Sebenarnya pada kenyataannya, pengetahuan dalam pandangan islam hanya ada satu. Pengklasifikasian pendidikan dan pengetahuan secara lengkap dapat dilihat sebagai berikut :
• Kelompok 1 (Perrenial)
1. Al-Qur’an
a. Qira’ah, hafalan (hifz), tafsir
b. Sunah
c. Sirah (tarikh) nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikut
d. Tauhid
e. Ushul-fiqh dan fiqh
f. Bahasa Al-Qur’an (fonologi, sintaksis, semantic)
•
1. Pengetahuan pembantu
a. Metafisika Islam
b. Perbandingan agama
c. Kebudayaan Islam
• Kelompok 2 (Acquired)
1. Pengetahuan Imajinatif (arts)
a. Arsitektur islam
b. Bahasa – bahasa
2. Pengetahuan Intelektual
a. Pengetahuan social
b. Pengetahuan kealaman
Dilihat dari segi ibadah, menuntut ilmu itu sangat tinggi nilai dan pahalanya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kakinya di waktu pagi (maupun petang), kemudian mempelajari satu ayat dari Kitab Allah (Al-Quran), maka pahalanya lebih baik daripada ibadat satu tahun”.
Menuntut ilmu sendiri sangat tinggi nilainya dilihat dari segi
ibadah dikarenakan amal ibadah yang tidak dilandasi dengan ilmu yang
berhubungan dengan itu, akan sia-sialah amalnya. Menurut Syaikh Ibnu Ruslan :
“Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadat) tanpa ilmu, maka segala amalnya akan ditolak, yakni tidak diterima”.
Nabi diutus ke dunia ini pun dengan tugas mengajar, sebagaimana sabdanya:
“Aku diutus ini, untuk menjadi pengajar”.(HR. Baihaqi).
Mengingat pentingnya penyebaran ilmu pengetahuan kepada manusia / masyarakat agar mereka tidak dalam kebodohan dan kegelapan, maka diperlukan kesadaran bagi para mualim, guru dan ulama, untuk beringan tangan menuntun mereka menuju kebahagian dunia dan akhirat. Bagi para guru dan ulama yang suka menyembunyikan ilmunya, mendapat ancaman, sebagaimana sabda Nabi:
”Barang siapa ditanya tentang sesuatu ilmu, kemudian menyembunyikan (tidak mau memberikan jawabannya), maka Allah akan mengekangkan (mulutnya), kelak dihari kiamat dengan kekangan ( kendali) dari api neraka”.(HR Ahmad).
Berbicara tentang sistem pendidikan Islam tidak lepas dari sistem pendidikan yang pernah dipraktekkan oleh Rasulullah saw. Dalam mengemban misi kerasulannya di muka bumi ini. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 151:
Artinya : Sebagaimana (Kami Telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) kami Telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
Berdasarkan ayat di atas, ada empat pendekatan yang digunakan nabi Muhammad SAW dalam mengemban misi sebagai pembawa risalah dimuka bumi ini dalam rangka mengembangkan dan menyiarkan Islam, yaitu :
1. Pendekatan tilawah
2. Takziyah
3. Ta’lim
4. Al-kitab
5. Ta’lim al hikmah
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dengan mempelajari dasar psikologi pendidikan jasmani maka kita dapat mengembangkan aspek sosial emosional, kognitif, sikap, konsep diri dan pembelajaran dari pendidikan jasmani dan juga dapat mengembangkan aspek moral melalui pembelajaran dasar psikologi pendidikn jasmani. Sehingga, kita dapat mengendalikan kondisi diri kita terhadap kegiatan-kegatan yang kita lakukan.
B. SARAN
Kami sebagai penyusun makalah ini, sangat mengharap atas segala saran – saran dan kritikan bagi para pembaca yang kami hormati guna untuk membangun pada masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang memuaskan bagi tugas yang kami laksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.muslimaccess.com/quraan/arabic/002.asp
http://3gplus.wordpress.com/2008/04/21/sejarah-perkembangan-islam-di-dunia/
Jumat, 17 Desember 2010
Hal-hal yang dilarang saat tidur
1. jangan tidur memakai jam tangan: jam tangan menimbulkan radioaktif, walau sedikit, kalo lama memakainya bisa bahaya

2. jangan tidur memakai bra: pemakaian BH diatas 12 jam dapat menyebabkan kanker payudara

3. jangan tidur membawa hape ke ranjang: gelombang magnet yg ditimbulkan hape dapat merusak sistem syaraf

4. jangan tidur memakai make up: hal ini menyebabkan kulit kita sulit bernafas

5. tidur dengan selingkuhan: hal ini menyebabkan anda bisa terkena berbagai penyakit(aids, sipilis, dsb) dan parahnya, kalau yang anda selingkuhi sudah unya pasangan dan ketahuan oleh pasangan itu, bisa2 anda tidak akan bangun2 lagi karena dibunuh.. hehehehe

6. jgan coba jadi polisi tidur: tau sendiri kan akibatnya?

2. jangan tidur memakai bra: pemakaian BH diatas 12 jam dapat menyebabkan kanker payudara

3. jangan tidur membawa hape ke ranjang: gelombang magnet yg ditimbulkan hape dapat merusak sistem syaraf

4. jangan tidur memakai make up: hal ini menyebabkan kulit kita sulit bernafas

5. tidur dengan selingkuhan: hal ini menyebabkan anda bisa terkena berbagai penyakit(aids, sipilis, dsb) dan parahnya, kalau yang anda selingkuhi sudah unya pasangan dan ketahuan oleh pasangan itu, bisa2 anda tidak akan bangun2 lagi karena dibunuh.. hehehehe

6. jgan coba jadi polisi tidur: tau sendiri kan akibatnya?

Sabtu, 24 Oktober 2009

kramat djati kelas ac ekonomi bertuliskan DUGEM ini sangat ngeblong banget.. .aku pengen banget nyoba naek bis yang satu ini..walaupun hanya ac ekonomi gapapa yang penting bisa ngeblong!!
hari itu lupa tanggalnya juga lupa aku.,pokoknya saat liburan kenaikan kelas 2 ke 3 kemaren!!sekitar bulan juni lah..saat itu aku naek timbul jaya ac ekonomi yang serba gak nyaman buat dinaiki!!masak di bawah tempat duduk ada bungkusan plastik berisikan muntahan,habis itu ac nya tidak kerasa,toilet bkan buat tempat kencing,eeeee tapi malah buat tempat karung2 besar yang isinya aku tidak tau,mana sering brenti buat naikin penumpang gelap..wah serba gak mutu deh!!!lololoh kok jadi bicarain timbul jaya sii..hehe,,.jadi gini,mulainya pas di tanjakan boyolali,bisku melaju sangat pelan banget..dari samping kiri sering banget disalib bis2 lain,tapi tiba2 sang KD DUGEM ni nyeruduk sangat enak bgt,kyak gak ada beban sama sekali,hbis nyalip langsung melesat jauh..tp,saat di dket stadion boyolali KD DUGEM ni brenti,gak tau kenapa!!lanjut saat keluar dari term. boyolali bisku melaju dengan lambatnya karena satu lajur dan di tanjakan bisku sgt ya ampun lambatnya,.saat jalan mulae rame2nya,bis2 pada jejer jejer rapi nunggu waktu nyalib,,eeee tiba2 dari kanan udah ada si KD DUGEM ini,gak tau tu,emang kenceng bener,,padahal bus2 laen pada gak brani nyalib,tapi klo yg satu ini emang hebat walaupun mesinnya cuma hino RK atau RG ak gak tau,kroseri comfort..mobil2 dari lawan arah pada minggir setelah KD DUGEM ini menyalakan lampu dimnya..banyak juga supir mobil yg marah2..hahaha kasian tu..dari dalem timbul jaya aku cm bisa ngarep,'kapan aku bisa naek bis yg kayak gitu blongnya?'hehehe..saat di bawen aku liat KD DUGEM masuk terminal.,lalu saat tiba di jalur kusus bus d ungaran,aku liat dari spion supir kliatan lampu yg dari tadi ngedim terus..ternyata saat tiba d tanjakan,bus itu nyalib dgn enaknya,,ternyata itu KD DUGEM yg tadi..lalu sat tb d gringsing,busku iki mampir makan,,saat sekilo sebelum tanjakan alas roban,terlihat 2 bus yang sama blongnya,dia adalah GMS dan KD DUGEM yg d blakangnya dgn stan siap nyalib..keren bgt.,tp sayang aku tdak bisa liat,,bisku ngambil jalur lama,sdngkan yg laen pada ngambil jalur yg baru..bisku pasti gak kuat tanjakannya..payah..lalu malampun sgt membosankan,karena bisku cm disalib berkalikali oleh bis2 laen..keesokan harine bisku udah sampe tujuanku yaitu pasarebo,aku turun..tp saat aku nyebrang jalan,,terlihat di bawah ada KD DUGEM yg sgt kencang udah menuju pulogadung,,penumpang sudah turun semua di lebakbulus kayae..wauuu,,cepet bgt!!!
setelah itu aku nginep 4 harinan d jkt...
trus pas hari pulang aku sperti biasanya,,naek RAYA ex28...
jam 4 sore aku berangkat,bisku ternyata udah keliatan blongnya kali ini..hehe. .dari jalan tol udah nyalib bnyak bgt bis..tp juga sring disalibpin..hahaha. .tapi saat mulai pantura,bisku udah ngeblong bgt. .gak ada yang bisa nyaingin sampe di RM.MARCONI. .habis makan dan hunting2 bis lalu mybus brangkat dengan supir yg baru. .tappii saat baru keluar dari marconi,supirku kayae meragukan. .banyak banget bis yang nyalib..mulai sinarjaya,rosalia,mujijaya,madjoe utama,dan 2 scania nusantara. .tapi untungnya ini gak bertahan lama,saat udah sampai sktar patrol,bisku udah agak ngeblong!satupersatu bis yang tadi melibas bisku,sekarang gnti dilibas! .mulae madjoe utama,rosalia dan sinarjaya. .mujijaya tadi mampir pom!lalu bisku berlanjut melibas bus2 yang ada di depannya..tapi saat lawan2 gnti barisan truk,tiba2 dari kiri dengan sangat ganasnya muncul sebuah senja furnindo!tp sayang gak berhasil nyalib rayaQu karena d jalur kiri ada yang ngalangi,itu truk gandeng. .Lalu saat udah mendahului truk,dan bisku ada d lajur kanan,lanjutlah senja furnindo tadi,dia seketika ambil kiri dan dengan cepatnya melibas rayaku,,tapi tnyata bkan cm si senja td,di blakange ada garuda mas non ac..tnyata dia membuntuti senja!!tidak lama kemudian bisku segera ambil haluan untuk ikut barisan blong2an ini...3 bus ngeblong semua,,dari Senja,Garudamas sm Raya..kalau senja serong kiri garuda sama raya ikutan k kiri jg,,dari dedy jaya,sinar jaya smpe2 ada tunggal dara sm gms non ac,rosalia,bogor indah dilibas..tp lama2 rayaku kayae mau nyantae dulu,tp ttep mbuntutin mereka...aku d dalem bis seneng bgt liat senja mau disalib garudamas tp gak pernah mau!!akhirnya setelah nunggu paling enggak stgah jam,si garuda akhirnya bisa jg ngelibas senja furnindo walaupun kliatan sulit bgt...lama kelamaan senja sm garudamas smkin jauh mnggalkanku..
Langganan:
Postingan (Atom)